Undergraduate
Religion

cerpen (cerpen crispy)

0

9

0

iqbal.kabul

iqbal.kabul

.
​"Haduhhh, bagaimana ini? Aku terpeleset, sandalku putus lagi!" keluh Arya dengan wajah cemas, menatap sandal jepitnya yang sudah tak berbentuk.
​Pak Dhe Parno hanya tersenyum tipis melihat tingkah bocah itu. "Baru saja Pak Dhe suruh hati-hati, kamu malah sudah terpeleset duluan. Ya sudah, Pak Dhe bersih-bersih dulu, setelah itu kita pulang. Nanti mampir ke warung, Pak Dhe belikan sandal baru."
​"Benar ya, Pak Dhe? Terima kasih!" sahut Arya, rasa cemasnya seketika luntur berganti girang.
​Mereka pun bergegas menuju warung Bu Darmi di pinggir desa.

ความคิดเห็น

ความคิดเห็น
ถูกปิดสำหรับสมุดโน้ตนี้

ノートテキスト

ページ1:

M
Mc
Part 1
V

ページ2:

Beli Sandal
By: Iqbal Kabul
Mentari belum sepenuhnya nampak di ufuk timur,
namun semburat jingga sudah mulai membasuh langit
desa yang masih berselimut kabun tipis. Usai
menunaikan salat Subuh, Ghani yang baru berusia
sepuluh tahun itu tampak bersemangat. Ia segera
melangkah keluar rumah, membelah udara pagi yang
dingin menuju kediaman sahabat karibnya, Arya.
"Ya! Arya! Ayo jalan-jalan pagi!" seru Ghani nyaring
dari depan pintu pagar.
Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki
yang terburu-buru. "Iya, tunggu sebentar!" sahut Arya
dari dalam. Pintu terbuka, menampakkan sosok anak
laki-laki dengan rambut yang sedikit acak-acakan
namun matanya berbinar cerah. Tanpa banyak bicara,
dua sahabat kecil itu segera beranjak meninggalkan
halaman rumah, melangkah kaki menuju hamparan swah
yang membentang di bagian timur desa mereka.
News