Senior High
All
Bahasa Indonesia

Teks Narasi

5

330

0

delov_ramadhani

delov_ramadhani

ความคิดเห็น

ยังไม่มีความคิดเห็น

ノートテキスト

ページ1:

$25.99
Teks
Narasi
@delov_ramadhani
Teks narasi adalah jenis tulisan yang
bertujuan untuk menceritakan suatu peristiwa
atau kejadian secara kronologis. Teks ini tidak
hanya sekadar menyampaikan informasi, tetapi
juga menghidupkan cerita sehingga pembaca
dapat merasakan dan membayangkan kejadian
tersebut.
Definisi Teks Narasi
Penceritaan: Fokus utama pada urutan
kejadian atau peristiwa.
•
Kronologis: Disusun berdasarkan urutan
waktu, dari awal hingga akhir.
·
Kreatif: Menggunakan bahasa yang menarik
dan deskriptif untuk menciptakan imajinasi
pembaca.
·
Konflik: Seringkali mengandung konflik atau
masalah yang menjadi inti cerita.
.
• Tujuan: Menghibur, memberikan informasi,
atau menyampaikan pesan moral.
Ciri-Ciri Teks Narasi
• Ada tokoh atau karakter yang terlibat dalam
cerita.
• Ada latar (tempat, waktu, suasana) yang jelas.
• Ada alur cerita (plot) yang menggerakkan
cerita dari awal hingga akhir.
• Menggunakan gaya bahasa yang deskriptif dan
hidup.
•
Menekankan pada urutan waktu atau
kejadian.
Cara Membuat Teks Narasi yang
Menarik
•
Tentukan Tema dan Tujuan: Pilih
tema yang menarik dan tentukan tujuan
Anda menulis (menghibur, memberi
informasi,
Kembangkan Karakter: Ciptakan
tokoh yang kuat dan memiliki
karakteristik yang unik.
Jenis-Jenis Teks Narasi
• Narasi Informatif (Ekspositoris):
。 Bertujuan untuk memberikan informasi
yang akurat dan faktual.
°
berita.
Contoh: Biografi, laporan perjalanan,
• Narasi Artistik (Sugestif):
°
Bertujuan untuk menghibur dan
memberikan pengalaman estetis kepada
pembaca.
• Contoh: Cerpen, novel, legenda, dongeng.
• Narasi Sugestif:
°
Jenis narasi ini berusaha untuk
menyampaikan suatu maksud atau pesan
tertentu kepada pembaca secara tidak
langsung.
• Contoh: Cerita yang mengandung amanat
atau pesan moral.
Contoh Teks Narasi
Contoh 1: Cerpen (Narasi Artistik)
"Di sebuah desa kecil di Sulawesi Selatan,
hiduplah seorang petani bernama Daeng.
Setiap pagi, ia pergi ke sawah dengan
semangat, meskipun hasil panennya tidak
selalu memuaskan. Suatu hari, datanglah
seorang pedagang kaya yang menawarkan
Daeng untuk menjual sawahnya dengan
harga tinggi. Daeng bimbang, namun
akhirnya ia memutuskan untuk tetap
mempertahankan sawahnya karena tanah
itu adalah warisan leluhurnya. Ia percaya,
dengan kerja keras dan doa, sawahnya akan
memberikan kehidupan yang lebih baik."
News