Bahasa Indonesia
SMA

tolong dibantu yaa

Setelah lulus dari ujian negara di Beijing, seorang pria muda ditunjuk sebagai pejabat pemerintahan ibukota provinsi. Dia pergi untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mentornya, yang merupakan seorang menteri pemerintahan senior. "Bekerja di lokasi provinsi seperti itu tidaklah mudah. Kamu harus berhati-hati. "Kata sang mentor. "Baiklah. Terima kasih Bapak," kata anak muda itu. "Mohon jangan khawatir. Saya telah menyiapkan seratus ungkapan semanis madu di benak saya. Kalau nanti saya bertemu dengan pejabat di sana, saya akan menggunakannya. Dia pasti akan senang." "Bagaimana kamu dapat melakukan hal itu?" Tanya mentor itu dengan tidak senang. Kita adalah pria sejati. Kita mempunyai prinsip. Kita seharusnya tidak menggunakan sanjungan. Sang murid menjawab. "Namun, pada kenyataannya kebanyakan orang senang di sanjung, Pak. Hanya beberapa pria yang benar-benar sejati seperti Anda yang tidak menyukai sanjungan. "Mungkin kamu benar," mentornya mengangguk sambil tersenyum. Kemudian, pria ini menceritakan cerita ini kepada temannnya. "Saya sudah menggunakan satu dari persediaanku. Sekarang saya memiliki sembilan puluh Sembilan ungkapan yang tersisa.
1. Bacalah dengan cermat contoh anekdot yang berjudul Seratus Ungkapan Semanis Madu ! 2. Di mana terjadinya peristiwa dalam anekdot tersebut ? 3. Ada berapa tokoh abstrak dalam anekdot tersebut ? 4. Pada bagian manakah yang menunjukkan kelucuan, dan tuliskan kalimatnya! 5. Kebenaran apa yang akan disampaikan penulis anekdot kepada pembaca ?
anekdot bahasaindonesi
PromotionBanner

Answers

No answer yet

Apa kebingunganmu sudah terpecahkan?