PENGERTIAN TUNAGRAHITA
6
226
0
Tunagrahita adalah kondisi seseorang yang mengalami keterbatasan fungsi intelektual di bawah rata-rata dan kesulitan dalam perilaku adaptif yang muncul selama masa perkembangan, yaitu sebelum usia 18 tahun. Kondisi ini juga dikenal sebagai disabilitas intelektual. Seseorang dengan tunagrahita mungkin mengalami kesulitan dalam belajar, membuat keputusan, dan memecahkan masalah.
ノートテキスト
ページ1:
TUNAGRAHITA Oleh: Dhealove Ramadan PENGERTIAN Tunagrahita adalah suata kondisi anak yang kecerdasannya jauh di bawah rata- rata dan di tandai oleh keterbatasan intelegensi dan ketidakcakapan dalam komunikasi sosial. Juga sering dikenal dengan istilah terbelakangan mental karena keterbatasan kecerdasannya. KLASIFIKASI ⚫Tunagrahita Ringan (mampu didik) Tingkat kecerdasannya IQ mereka berkisar 50-70, mampu menyesuaiakan lingkungan yang lebih luas, dan mandiri dalam masyarakat. ⚫Tunagrahita Sedang (mampu latih)Tingkat kecerdasan IQ berkisar 30-50 dapat belajarketerampilan sekolah untuk tujuan fungsional, mampu melakukanketerampilan mengurus dirinya sendiri (self- help), mampumengadakan adaptasi sosial dilingkungan terdekat, mampumengerjakan pekerjaan rutin yang perlu pengawasan. * ⚫Tunagrahita Berat dan Sangat Berat (Mampu Rawat)Tingkat kecerdasan IQ mereka kurang dari 30 hampir tidakmemiliki kemampuan untuk dilatih mengurus diri sendiri. KARAKTERISTIK Karakteristik anak mental mild (ringan), mereka termasuk yang mampu didik, bila dilihat dari segi pendidikan. Sedangkan mental moderate ( menengah), digolongkan sebagai anak yang mampu latih, meskipun sering merespons lama terhadap pendidikan dan pelatihan, mereka dapat dilatih mengurus dirinya sendiri serta dilatih untuk kemampuan membaca dan menulis. Dan anak mental severe, mereka memperlihatkan banyak masalah dan kesulitan, meskipun di sekolah khusus. FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR Penyebab utama kesulitan belajar adalah faktor internal, yaitu kemungkinan adanya disfungsi neurologis, sedangkan penyebab utama problema belajar adalah faktor eksternal, yaitu antara lain berrupa strategi pembelajaran yang keliru, pegelolaan kegiatan belajar yang tidak membangkitkan motivasi belajar anak dan pemberian ulangan penguatan yang tidak tepat. @delov_ramadhani
Comment
Komentar dinonaktifkan untuk catatan ini.