*IPA* mata kls 8 semester 2 SMP/Mts

2

19

0

studyberry

studyberry

SMP Kelas 8

catatan materi IPA tentang mata

Comment

Komentar dinonaktifkan untuk catatan ini.

ノートテキスト

ページ1:

acer
JOYKO
>Buat garis normal
Pada bidang pantul
> Gunakan hukum
Pemantulan untuk
membuat Sinar
Pantul dan sudut
pantul.
Catatan:
L> Pada Pemantulan baur. Setiap Sinar
Pantul akan memiliki arah dan besar
Sudut yang berbeda tergantung dari
sinar datang dan orientasi bidang datar.
Konsep Pembiasan Cahaya
Pembiasan Gelombang Cahaya
merupakan peristiwa pembelokan arah
rambat cahaya karena melewati dua
medium dengan kerapatan yang berbeda
udara memiliki
kerapatan medium lebih
rendah dari pada air,
Catatan:
Air
udara
L Kerapatan medium Indeks bias (n)
Pembelokan Cahaya terhadap Garis normal
Mais >nudara
udara
air
mendekati garis,
udara
air
Menjauhi garis
normal
normal
Contoh Peristiwa Pembiasan gelombang.
Cahaya
1 Pensil yang terlihat bengkok di dalam air
2 Posisi koin yang terlihat lebih dangkal
di dalam air
Hukun snelius Pada Pembiasan
gelombang cahaya
1 Sinar datang, Sinar bias, dan garis
normal terletak pada satu bidang datar
2 Sinar datang dari medium kurang rapat.
ke medium lebih rapat akan dibelokkan
mendekati garis hormal. Sebaliknya, Sinar
datang dari medium lebih rapat ke medium
kurang rapat dibelakkan menjauhi garis
normal.
Indeks Bias (n)
Mutlak Vakum
-
Medium
Keterangan:
n
Indeks Bias
Relatif Medium
Medium
n =
$
C = kecepatan cahaya Pada vakum (m/s)
v=Kecepatan cahaya Pada medium (m/s)
Hubungan Indeks Bias dengan kecepatan
121=2v2
Keterangan:
U
1= Indeks bias medium Pertama
kecepatan cahaya Pad medium
Pertama (m/s)
12 Indeks bias medium kedua
V2=kecepatan cahaya Pada medium kedua
(m/s)
Fenomena Pembiasan Gelombang Cahaya
Contohnya aspal yang terlihat berair Pada
Siang hari
Proses Terlihatnya Aspal yang Berair Pada
Siang Hari
1 Suhu udara di dekat Permukaan tanah
lebih tinggi dibandingkan bagian
atasnya.
2 kerapatan medium udara di dekat
Permukaan tanah lebih renggang, sehingga
indeks bias lebih rendah
3 Sinar yang datang dari indeks bias
lebih tinggi menuju indeks bias lebih
rendah dibelok kan menjauhi garis
hormai
4 Saat mencapai sudut kritis Pembiasan,
Cahaya dipantulkan menuju mata
Pengamat
5 Mata menangkap bayangan Seolah-olah
berupa garis lurus.
6 Mata melihat asPai Seolah berair yang
Sebenarnya berupa bayangan langit
yang terpantul di aspal
Mata Serangga.
Mata Serangga (ommatidia) tersusun
dari Puluhan bahkan ribuan omatidium.
omatidium
Satu omatidium terdiri dari beberapa
bagian
Bagian
Lensa mata
Fungsi
- Penerima cahaya pertama
kavi
4100

ページ2:

ace
kerucut
kristalin
Sel retinula
(sel Pengelihatan)
Sel Pigmen
Akson (saraf
Optik)
Membiaskan dan
atau menebai
memfokuskan cahaya Jarak Fokus memendek
yang masuk
- Meneruskan cahaya
dari lensa ke sel
-
retinula
Sel yang peka terhadap
cahaya (Fonoresptor)
Memisahkan satu
omatidium dengan
omatidium lainnya
- Membawa informasi
Penglihatan ke otak
Mata Manusia
Bagian-bagian mata
Bagian
kornea
Pupil (selaput
Pelangi)
Iris
Lensa
Retina
Sel batang
Sel kerucut
Saraf Optik
Fungsi
· Tempat masuknya
Cahaya Pertama kali
- Tempat masuknya.
Cahaya
- Mengatur jumian
lensa
Memanjang
Titik Dekat dan Titik Jauh mata
>Titik dekat mata atau punctum
Proximum (PP)
Titik terdekat yang dapat dilihat
Secara jelas oleh mata dengan mata
berako modasi maksimum
> Titik jauh mata atau Punctum
Remotum (PR)
L Titik terjauh yang dapat dilihat
secara jelas oleh mata dengan mata
tidak berakomodasi.
Gangguan Penglihatan atau cacat mata
> Rabun jauh (miopia)
Gangguan kondisi mata yang tidak
dapat melihat dengan jelas Pada jarak
jauh tertentu.
Catatan
L PR miopia tidak sama dengap PR mata
cahaya yang masuk ke normal (PR700)
mata
- Mengatur ukuran Pupil
- Memberi warna mata
• Mengumpulkan dan
memfokuskan cahaya
Pada retina
Pembentukan bayangan penderita miopia
- Sebelum menggunakan kacamata
beriensa cekung
• Sesudah menggunakan kacamata
bellensa cekung.
Persamaan kekuatan Lensa cekung
- Tempat terbentuknya p= -100
bayangan
PR
- Sel yang Peka terhadap keterangan:
cahaya
P-kekuatan lensa (dioptri)
-Sei yang peka terhadap PR= titik jauh mata miopi (cm)
> Rabun dekat (hipermetropia)
warna
- Meneruskan informasi
Visual ke otak
Proses Pembentukan Bayangan Pada mata
Sifat Bayangan
1 Nyata 2 Terbalik 3 Diperkecil
Akomodasi Mata
Daya akomodasi mata merupakan
kemampuan otot Siliaris mata untuk
mencembung atau memi Pihkan lensa mata
Secara otomatis saat jarak benda berubah
terhadap lensa.
Tinjauan Mata berakomo Mata tidak
dasi maksimum bera komodasi
Pembentukan
bayangan
Obot Sitiaris
Lensa mata
Berkontraksi Berelaksasi
Mencembung Memipih
Gangguan kondisi mata yang tidak
dapat melihat dengan jelas Pada jarak
dekat tertentu.
catatan:
L>PP hipermetropia tidak sama dengan
PP mata normal (PP 25 cm)
Pembentukan bayangan penderita
hipermetropia
> Sebelum menggunakan kacamata
beriensa cembung
> Sesudah menggunakan kacamata
beriensa cembung
Persamaan
100
P =
Sn
-
kekuatan Lensa Cembung
100 keterangan:
PP
P= kekuatan lensa (dioptri)
Sn-titik dekat mata normal
(cm)